Keluhan Orang Tua tentang Kualitas dan Keamanan Makanan Bergizi Gratis di Kubu Raya

Keluhan Orang Tua Mengenai Kualitas MBG di Kubu Raya

VEGASHOKI88 – Sejumlah orang tua murid di Kabupaten Kubu Raya mengeluhkan kualitas dan keaslian Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada anak-anak mereka di sekolah. Mereka menyatakan bahwa makanan yang diterima sering berbau tak sedap bahkan basi, sehingga sebagian

orang tua memilih mengganti makanan tersebut dengan burger demi memastikan anak mereka mendapatkan asupan yang layak.

Keluhan tentang Kondisi Makanan dan Kebersihan

Keluhan ini ditemui di dua kecamatan, yakni Kecamatan Sungai Raya dan Kecamatan Rasau Jaya. Uray,

salah satu orang tua murid, menyampaikan rasa kecewanya terhadap kondisi makanan yang seharusnya bergizi namun justru tidak memenuhi standar kesehatan.

Ia mengaku sering menemukan makanan yang basi dan berbau tidak sedap, sehingga merasa khawatir akan kesehatan anak-anaknya.

“Sebagai orang tua, kami sangat kecewa dengan kualitas MBG yang diberikan. Makanan yang seharusnya membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak malah menjadi sumber kekhawatiran.

Banyak makanan yang basi dan tidak layak konsumsi,” ujarnya saat ditemui wartawan Kamis (4/9/2025).

Ia berharap pemerintah daerah dapat lebih memperhatikan kualitas bahan makanan yang digunakan serta memastikan bahan tersebut segar dan bersih.

Keterlambatan Pengantaran dan Dampaknya

Selain masalah kualitas, ketidaktepatan waktu pengantaran juga menjadi keluhan. Para murid terpaksa

menahan lapar karena makanan datang tidak sesuai jadwal sekolah, sehingga mereka harus menunggu cukup lama sebelum akhirnya makan.

Uray berharap pemerintah dapat menyesuaikan waktu pengantaran dengan jam sekolah agar anak-anak tidak kelaparan dan tetap mendapatkan asupan gizi yang cukup.

Kekhawatiran terhadap Kualitas dan Gizi Menu

Tidak hanya Uray, Ijul juga mengungkapkan kekhawatirannya setelah menemukan lauk ayam berbau tidak sedap dari MBG yang dibawa pulang anaknya.

Ia meragukan keamanannya untuk dikonsumsi anak-anak dan mengkhawatirkan risiko sakit akibat makanan yang tidak layak.

Bahkan, menurut cerita dari anaknya, ada murid yang muntah-muntah setelah makan MBG, yang semakin menambah kekhawatiran orang tua.

Ijul mempertanyakan kandungan gizi dari menu yang disajikan

Inovasi Menu Burger dan Dampaknya

Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Noudhy Valdryno, menjelaskan bahwa inovasi menu burger dalam MBG dilakukan bukan sekadar tren.

Tujuannya agar anak-anak lebih antusias dan semangat makan. Ia menyebutkan bahwa kandungan gizinya tetap lengkap, termasuk karbohidrat, protein, dan sayuran.

Data menunjukkan bahwa penerapan menu inovatif ini berhasil menurunkan jumlah sisa makanan dari 40% menjadi hanya 10%, menandakan anak-anak lebih tertarik dan lahap makan.

Penegasan Perlunya Pengawasan dan Perhatian

Meskipun demikian, kekhawatiran orang tua dan kritik terhadap kualitas makanan tetap perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Kualitas bahan, kebersihan, serta proses pengolahan harus diawasi secara ketat guna memastikan

program ini benar-benar bermanfaat dan tidak menimbulkan masalah kesehatan di kemudian hari.

Pemerintah perlu memastikan bahwa seluruh proses berjalan sesuai standar dan menjaga kebersihan serta gizi makanan yang diberikan kepada anak-anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *