Penyelesaian Proyek Dermaga TBBM Tanjung Batu di Balikpapan
VEGASHOKI88 – PT Hutama Karya (Persero) telah menyelesaikan pembangunan Dermaga Terminal Bahan Bakar Minyak TBBM Tanjung Batu di Balikpapan, Kalimantan Timur, dengan nilai proyek mencapai Rp 301 miliar.
Pembangunan ini merupakan bagian dari upaya penguatan infrastruktur distribusi BBM di Indonesia Tengah dan Timur, serta mendukung pengembangan kilang minyak RU-V Pertamina Balikpapan.
Setelah serah terima dilakukan pada Februari 2025, proyek tersebut memasuki
tahap pemeliharaan selama 12 bulan, di mana Hutama Karya melakukan berbagai penyempurnaan dan penyesuaian agar fasilitas dapat beroperasi optimal saat masa operasional dimulai.
Manfaat dan Tujuan Pengembangan Fasilitas
TBBM Tanjung Batu dirancang sebagai fasilitas yang mampu meningkatkan keandalan pasokan dan distribusi produk BBM di wilayah tersebut.
Terminal ini dilengkapi dengan empat jetty berbeda kapasitas yang dapat
melayani kapal dengan bobot dari 500 hingga 50.000 Dead Weight Ton (DWT), dengan kapasitas pengangkutan mencapai sekitar 14 juta liter BBM.
Luas area laut yang digunakan mencapai 9.000 meter persegi, memungkinkan kapal besar untuk beroperasi dengan lancar. Pengembangan fasilitas ini juga bertujuan mengurangi aktivitas Ship To Ship (STS) dalam distribusi BBM, sehingga meningkatkan efisiensi dan keamanan logistik.
Penggunaan Teknologi Digital dalam Konstruksi
Dalam proses konstruksi, Hutama Karya menerapkan teknologi digital canggih berupa Building Information Modelling (BIM). Teknologi ini membantu perencanaan detail sebelum pembangunan dimulai, mencegah kesalahan, menghemat material, dan mempercepat waktu konstruksi. Dengan BIM, setiap bagian dermaga dapat dipasang dengan presisi tanpa perlu pembongkaran ulang, meningkatkan efisiensi dan akurasi proyek.
Selain itu, seluruh proses pembangunan dilakukan dengan memperhatikan
standar ramah lingkungan, diawasi secara ketat oleh Dinas Lingkungan Hidup dan otoritas pelabuhan.
Tantangan Lokasi dan Strategi Pengiriman Material
Lokasi proyek yang hanya dapat diakses melalui jalur laut menjadi tantangan utama, namun Hutama Karya mengatasinya dengan bekerja sama dengan pemilik
akses jalur darat untuk mempercepat pengiriman material.
Pembangunan dermaga dilakukan menggunakan kapal tongkang besar dan alat berat, serta menerapkan prinsip efisiensi seperti memanfaatkan kembali sisa
potongan baja dan konstruksi sistem precast untuk meminimalkan pemborosan material.
Dampak Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Lokal
Proyek ini juga memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat sekitar, dengan total man-hour mencapai 2 juta jam kerja tanpa kecelakaan. Ratusan pekerja terlibat, dimana 30 persen di antaranya merupakan sumber daya manusia lokal dari Kalimantan Timur. Kehadiran proyek meningkatkan pendapatan masyarakat melalui sektor transportasi laut dan jasa pengangkutan, serta berkontribusi pada pengembangan ekonomi lokal.
Selain itu, Hutama Karya menjalankan program tanggung jawab sosial dengan melakukan perbaikan akses jalan kampung dan memanfaatkan fasilitas serta
layanan dari masyarakat lokal, menunjukkan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat setempat.