Maskapai Tak Konsisten, Pariwisata Pulau Maratua Rugi dan Pengelola Resort Keluhkan Dampaknya

Keterlambatan dan Pembatalan Penerbangan di Pulau Maratua

VEGASHOKI88 – Sejumlah pengelola resort di Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, mengeluhkan keterlambatan hingga pembatalan penerbangan yang kerap terjadi dari dan menuju Berau. Kondisi ini dinilai merugikan wisatawan maupun pelaku usaha pariwisata.

Keluhan Pengelola Resort terhadap Dampak Penerbangan Tidak Terjadwal

Pemilik Noah Resort, Ongko, mengatakan bahwa tamu asingnya sering terpaksa menunggu berjam-jam karena jadwal penerbangan yang tidak menentu. Ia mencontohkan, penerbangan yang seharusnya berangkat pukul 14.00 WITA, baru lepas landas pukul 19.00 WITA. “Bukan cuman dari dalam negeri, wisatawan dari China maupun Eropa datang. Tetapi masalahnya di maskapai, delay dan cancel ini membuat kami yang di resort juga ikut kena dampaknya,” ujar Ongko kepada Kompas.com, Rabu (20/8/2025).

Harapan Pengelola Resort kepada Pemerintah dan Maskapai

Ongko berharap pemerintah daerah ikut turun tangan menegur maskapai. “Jangan sampai pariwisata kita rusak gara-gara maskapai. Kalau perlu buka penerbangan asing seperti AirAsia atau Jetstar agar ada persaingan sehat,” lanjutnya.

Senada, pimpinan Resort Pratasabah, Eeng, menilai pemerintah kabupaten maupun provinsi seolah kurang peduli terhadap keberlangsungan pariwisata di Maratua. Ia menambahkan, masalah penerbangan bisa diselesaikan jika pemerintah mau memberikan subsidi.

“Maskapai itu hanya minta deposit Rp 2 miliar supaya bisa terbang seminggu tiga kali. Dari 10 resort aktif di Maratua, kami diminta patungan Rp 200 juta per resort. Itu berat. Padahal APBD Berau Rp 4–5 triliun, tidak sampai 1 persen untuk deposit itu sudah bisa jalan,” ungkap Eeng.

Dampak Langsung pada Operasional Resort dan Wisatawan

Ia juga menyebutkan, jadwal penerbangan yang tidak konsisten membuat wisatawan kecewa. Beberapa tamu asing bahkan memilih membatalkan perjalanan ke Maratua. Hal yang sama disampaikan Hermanto, manajer PT Maratua Seaview Resort. Menurutnya, pembatalan maupun keterlambatan penerbangan membuat biaya operasional resort meningkat karena harus menanggung transportasi tambahan bagi tamu.

“Contoh, tamu kami seharusnya pulang tanggal 22, tapi tiketnya dibatalkan jadi harus pulang tanggal 21. Akhirnya kami harus charter speedboat tambahan yang biayanya ditanggung resort. Belum lagi tamu yang terpaksa menginap semalam di Berau karena penerbangan dimajukan atau dibatalkan,” jelas Hermanto.

Dampak Langsung terhadap Wisatawan

Tak hanya pihak resort, wisatawan juga merasakan langsung dampak buruk dari perubahan jadwal penerbangan. Mereka mengalami ketidaknyamanan dan kerugian akibat ketidakpastian penerbangan yang mengganggu rencana perjalanan mereka ke Maratua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *