Viralnya Peristiwa Pengumpulan Kotak Kue di Gowa

Viralnya Peristiwa Pengumpulan Kotak Kue di Gowa

Kejadian di Lapangan Sultan Hasanuddin
Peristiwa viral terjadi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, setelah beredarnya video yang memperlihatkan dua bocah laki-laki sedang mengumpulkan kotak kue sisa dari acara peringatan HUT ke-80 RI. Kejadian ini berlangsung di Lapangan Sultan Hasanuddin, di mana para pejabat dan tamu undangan telah meninggalkan acara setelah rangkaian kegiatan selesai.

Dalam video tersebut, terlihat kedua bocah, Muhammad Aidil dan Syamsul, yang masing-masing berusia 7 tahun, membuka satu per satu kotak makanan dan memasukkan kotak kue ke dalam kantong plastik kresek.

Penjelasan dari Pihak Berwenang

Arifuddin Saeni, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo-SP)

Kabupaten Gowa, menyampaikan bahwa kejadian ini memang terjadi di lapangan setelah acara selesai.

a menegaskan bahwa tidak ada masalah dengan aksi yang dilakukan anak-anak tersebut dan mereka tidak melakukan tindakan yang merugikan.

Menurutnya, kotak yang diambil kedua bocah tidak berisi sisa makanan bekas pejabat atau tamu

undangan, melainkan makanan yang masih utuh dan belum sempat dimakan karena waktu acara yang sudah berakhir.

Kondisi Kotak dan Motivasi Anak-anak

Arifuddin menjelaskan bahwa isi kotak tersebut masih layak konsumsi dan tidak merugikan pihak manapun.

Ia menegaskan bahwa kotak tersebut sebenarnya berisi makanan yang masih bagus dan layak dimakan, sehingga tidak perlu dipermasalahkan secara berlebihan. Ia juga menambahkan bahwa anak-anak tersebut hanya memanfaatkan sisa makanan yang sebenarnya masih bisa dimanfaatkan.

Kejadian ini tidak dianggap sebagai tindakan pencurian atau merusak, melainkan sebagai bagian dari kebiasaan anak-anak yang ingin menyimpan makanan sebagai camilan.

Identitas dan Kondisi Keluarga Anak-anak

Kedua bocah bernama Muhammad Aidil dan Syamsul berasal dari keluarga biasa di sekitar Gowa. Aidil

tinggal di kawasan tepi kanal Jalan KH Agus Salim dan merupakan anak dari pasangan Ansar Daeng Tawang dan Suniati Daeng Layu.

Sedangkan Syamsul merupakan anak dari pedagang sayur bernama Dorra Daeng Ngempo dan Sarifah Daeng Lebang. Mereka berdua diketahui sedang menikmati suasana perayaan nasional bersama keluarga mereka.

Respon Masyarakat dan Kesimpulan Akhir

Peristiwa ini menarik perhatian masyarakat karena menunjukkan sisi manusiawi dari anak-anak yang ingin memanfaatkan momen tersebut.

Banyak yang menilai bahwa kejadian ini mencerminkan kondisi ekonomi dan kebutuhan makan anak-anak di daerah tersebut. Meskipun viral di media sosial, pihak berwenang menegaskan bahwa tidak ada unsur kriminal dalam kejadian ini.

Mereka menyatakan bahwa tindakan kedua anak tersebut hanyalah hal yang wajar dan tidak merugikan pihak lain, sehingga tidak perlu dipermasalahkan secara berlebihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *