Rumah Batik Putri Maluang: Sentra Kain Batik Khas Berau
VEGASHOKI88 – Rumah Batik Berau Putri Maluang, yang terletak di Jalan Poros Tanjung Batu, kini menjelma menjadi sentra batik yang tidak hanya menawarkan oleh-oleh khas daerah, tetapi juga berhasil menembus pasar internasional. Motif batik yang dihasilkan dari rumah batik ini sangat khas dan terinspirasi dari keindahan alam Bumi Batiwakkal, yang menjadi ciri khas utama produk mereka.
Inspirasi Motif Batik dari Keindahan Alam Berau
Pemilik Batik Putri Maluang, Putri Arofah, menjelaskan bahwa motif-motif batik yang dihasilkan berasal dari kecintaannya terhadap keindahan alam di sekitar Kabupaten Berau dan Kalimantan Timur.
Ia menuturkan bahwa setiap goresan motif batik Berau mengandung cerita cinta terhadap alam, khususnya sungai-sungai yang mengalir di wilayah tersebut.
“Goresan cerita cinta, digoreskan dengan rasa cinta menghasilkan sebuah cerita. Kami terinspirasi dari
alam, khususnya sungai di Berau dan Kalimantan Timur, yang keindahannya tidak bisa ditandingi negara mana pun,” ungkap Arofah dalam wawancaranya pada Kamis (14/8/2025).
Motif-motif tersebut tidak hanya menampilkan keindahan visual tetapi juga menyimpan makna mendalam yang mewakili kekayaan alam dan budaya daerah.
Tidak hanya dipasarkan secara lokal di Berau, produk Batik Berau Putri Maluang juga telah merambah ke
berbagai daerah di Indonesia, termasuk kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bali.
Bahkan, produk ini sempat menembus pasar Malaysia dan sering dijadikan oleh-oleh wisatawan yang
berkunjung ke Kalimantan Timur untuk dibawa pulang sebagai kenang-kenangan dari Bumi Batiwakkal.
Peran Pelatihan dan Dukungan Pemerintah dalam Keberhasilan UMKM
Keberhasilan ini tidak diraih secara instan. Arofah aktif mengikuti berbagai pelatihan literasi penjualan dan pengembangan usaha yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Timur. Melalui pelatihan tersebut, ia memperoleh pengetahuan penting tentang proses produksi yang baik, pemilihan warna dan bahan kain, serta strategi pemasaran yang tepat sasaran.
Kepala Perwakilan BI Kaltim, Budi Widihartanto, menyebut bahwa Batik Putri Maluang adalah salah satu
UMKM binaan yang berhasil mengoptimalkan program peningkatan kapasitas (capacity building).
“Beliau mengikuti pelatihan mulai dari proses produksi yang baik, pemilihan warna, bahan kain, hingga strategi segmentasi pasar. Itu penting, karena pembeli punya kemampuan dan preferensi yang berbeda-beda,” ujar Budi.
Contoh Sukses UMKM dan Dukungan Budaya Lokal
Kini, Batik Putri Maluang menjadi contoh sukses UMKM mandiri yang mampu mengangkat potensi lokal hingga dikenal di kancah internasional.
Keberhasilan mereka membuktikan bahwa dengan ketekunan dan inovasi, produk lokal seperti batik khas Berau dapat bersaing dan menembus pasar global.
Bagi pengunjung yang berwisata ke Berau, tidak ada salahnya untuk mampir ke Rumah Batik Putri
Maluang, menyaksikan langsung proses pembuatan batik Berau , dan membawa pulang “goresan cinta” khas Bumi Batiwakkal yang tiada duanya.
Dengan demikian, mereka sekaligus turut melestarikan budaya dan mendukung pengembangan UMKM lokal yang mampu bersaing di pasar internasional.