Keunggulan Beras Adan Krayan di Tengah Kendala Logistik dan Pemasaran

Pusat Perhatian di Nunukan dalam HPO Ke-8

VEGASHOKI88 – , Kalimantan Utara, menjadi pusat perhatian dalam acara Hari Pertanian Organik (HPO) ke-8 yang diselenggarakan di Tanjung Karya, Krayan Barat, pada 11 hingga 14 Juni 2025.

Salah satu fokus utama adalah beras adan, komoditas khas dari wilayah Krayan yang terkenal karena keaslian dan metode pertanian organik turun-temurun.

Beras ini memiliki kualitas unggul dan banyak diminati pasar internasional, terutama Malaysia dan Brunei,

di mana harganya bisa mencapai Rp 350.000 per kaleng atau sekitar Rp 35.000 per kilogram.

Meskipun begitu, beras adan masih menghadapi tantangan besar untuk menembus pasar domestik karena berbagai kendala logistik dan infrastruktur.

Kualitas dan Eksport Beras Adan

Dawat Udan, Camat Krayan Barat, menyebutkan bahwa sekitar 80% dari hasil panen beras adan dari 89 desa di wilayah Krayan diekspor ke luar negeri.

Ia menambahkan bahwa harga jual di Krayan hanya sekitar Rp 25.000 per kilogram, tetapi di Malaysia sudah mencapai Rp 35.000.

Keunggulan utama dari beras ini adalah metode pertanian organik yang tidak menggunakan pupuk kimia, melainkan pupuk alami dari kerbau yang menjadi ciri khas pertanian Krayan.

Permintaan dari pasar internasional didukung oleh kemudahan akses distribusi, karena orang Malaysia dan Brunei sering langsung datang ke desa-desa untuk mengambil beras tersebut.

Tantangan Distribusi di Pasar Domestik

Namun, di pasar dalam negeri, beras adan masih sulit bersaing akibat biaya distribusi yang tinggi.

Pengangkutan melalui pesawat dari Krayan ke Tarakan misalnya, hanya mampu mengangkut sekitar 700-800 kilogram dalam satu penerbangan dengan biaya yang cukup mahal.

Kondisi jalan yang buruk, terutama saat musim hujan, menyebabkan desa-desa di Krayan terisolasi dan

menyulitkan pengiriman produk ke pasar domestik seperti Tarakan maupun provinsi lain.

Pemerintah daerah telah berupaya membuka jalur pasar dalam negeri, tetapi tanpa solusi konkret untuk

menekan biaya logistik, langkah ini belum membuahkan hasil yang signifikan.

Harapan dan Permintaan Dukungan Pemerintah

Dawat berharap agar biaya pengangkutan bisa dikurangi agar beras adan lebih diminati di pasar Indonesia. Ia juga mengkhawatirkan menurunnya populasi kerbau, yang menjadi sumber utama pupuk organik bagi pertanian beras adan.

Banyak kerbau dijual ke Malaysia untuk keperluan adat, seperti acara lamaran, sehingga keberlanjutan pertanian organik ini terancam.

Ia pun meminta pemerintah membantu pembentukan kelompok tani kerbau agar populasi hewan

tersebut tetap terjaga dan mendukung keberlanjutan produk pertanian ini.

Pengakuan dan Dukungan di Ajang HPO Ke-8

Dengan hadirnya beras adan di ajang HPO Ke-8, diharapkan pertanian organik Krayan semakin dikenal dan mendapatkan perhatian yang lebih besar.

Acara ini dihadiri sekitar 2.400 peserta, termasuk 900 tamu undangan dari seluruh desa di wilayah

tersebut, serta perwakilan dari Asosiasi Organik Indonesia dan Wakil Bupati Nunukan.

Dawat berharap pemerintah pusat dan daerah dapat memberikan dukungan lebih serius, baik melalui subsidi transportasi,

perbaikan infrastruktur jalan, maupun kebijakan pemasaran, agar beras adan tidak hanya menjadi

primadona ekspor, tetapi juga mendapatkan tempat di hati masyarakat Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *