Persiapan Kalimantan Tengah Menghadapi Musim Kemarau 2025

Persiapan Kalimantan Tengah Menghadapi Musim Kemarau 2025

VEGASHOKI88 – Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) bersiap memasuki musim kemarau yang diperkirakan akan berlangsung pada Juni-Juli 2025. Saat ini, Kalteng masih berada dalam fase peralihan musim. Pemerintah daerah mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap terjadi setiap tahun saat musim kemarau.

Kewaspadaan Terhadap Potensi Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalteng, Inspektur Jenderal Polisi Iwan Kurniawan, mengungkapkan bahwa Kalteng merupakan salah satu provinsi dengan tingkat kerawanan karhutla yang tinggi. “Setiap musim kemarau, ancaman karhutla selalu menjadi tantangan serius yang berdampak luas, tidak hanya terhadap lingkungan, tetapi juga terhadap kesehatan masyarakat, perekonomian, dan aktivitas sosial,” ujar Iwan saat memberikan amanat dalam apel gelar pasukan menghadapi karhutla di Markas Polda Kalteng, Palangka Raya, Jumat (16/5/2025).

Data Karhutla dalam Tiga Tahun Terakhir

Iwan merinci data karhutla di Kalteng selama tiga tahun terakhir.
Meskipun pada 2022, intensitas bencana karhutla relatif kecil, tahun berikutnya menunjukkan peningkatan yang signifikan. “Pada tahun 2022, luas karhutla relatif kecil, seperti di Palangka Raya yang tercatat sekitar 30,71 hektar. Namun, pada tahun 2023, terjadi peningkatan signifikan, dengan 8.506 hotspot, 1.811 kejadian karhutla, dan luas lahan terbakar mencapai 5.569,32 hektar,” jelasnya. Wilayah yang paling terdampak meliputi Kotawaringin Timur, Seruyan, Kapuas, dan Palangka Raya, yang memiliki luasan lahan gambut cukup besar. “Keempat daerah ini perlu meningkatkan kewaspadaan segera dalam menghadapi bencana karhutla,” imbuhnya.

Perkembangan Data Karhutla di Tahun 2024

Iwan juga mencatat bahwa tahun 2024 menunjukkan tren penurunan yang cukup baik. Hingga Oktober, terdapat 3.163 hotspot, menurun sebesar 59,38 persen dibandingkan tahun 2023. Palangka Raya mencatat 99 kasus karhutla, sementara daerah dengan hotspot tertinggi adalah Katingan, Kapuas, dan Kotawaringin Timur.

Langkah-Langkah Pencegahan dan Antisipasi

Iwan meminta agar daerah-daerah yang rawan karhutla menyiapkan langkah-langkah preventif. Langkah-langkah tersebut meliputi deteksi dini dengan pemantauan titik panas (hotspot) melalui satelit dan patroli lapangan, pemetaan wilayah rawan karhutla, serta penguatan sistem pelaporan cepat. Upaya ini diharapkan dapat menekan jumlah kejadian dan mencegah meluasnya bencana kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau nanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *