Kesulitan Pekerjaan dan Harapan Pemuda Nunukan: Tuntutan Aliansi Peduli Nunukan untuk Tenaga Kerja Lokal

Kesulitan Pekerjaan di Nunukan

VEGASHOKI88 – Sulitnya mendapatkan pekerjaan di wilayah perbatasan RI-Malaysia, Nunukan, Kalimantan Utara, menjadi sorotan para mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Peduli Nunukan.

Mereka menuntut agar Pemerintah Daerah Nunukan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan

di daerah untuk mengutamakan tenaga kerja lokal, khususnya alumni kampus Nunukan.

Firman, Koordinator Aliansi Peduli Nunukan, menyampaikan bahwa beberapa teman mereka telah

mengajukan lamaran kerja ke perusahaan, tetapi tidak mendapatkan pertimbangan yang layak.

“Kami yang lulusan kampus Nunukan saja sulit bekerja di daerah, bagaimana masyarakat yang pendidikannya tidak tinggi?” ujarnya dalam rapat bersama DPRD Nunukan dan Disnaker, Kamis (27/2/2025).

Permintaan MOU atau Perda untuk Tenaga Kerja Lokal

Aliansi ini menekankan kebutuhan mendesak untuk membuat Nota Kesepahaman (MOU) atau Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tentang prioritas tenaga kerja lokal.

Hal ini diharapkan agar pemuda Nunukan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk mendapatkan pekerjaan di daerahnya sendiri.

Dalam konteks ini, Aliansi Peduli Nunukan berupaya membantu memperjuangkan hak-hak tenaga

kerja lokal, dengan memberikan dukungan dalam bentuk forum untuk menyampaikan aspirasi dan keresahan mereka terkait ketenagakerjaan.

Respon dari Disnaker Nunukan

Menanggapi tuntutan mahasiswa, Kepala Disnaker Nunukan, Masniadi, menyatakan bahwa Pemda

Nunukan sudah memiliki Perda yang mengakomodasi tenaga kerja lokal, yaitu Perda Nunukan Nomor 3 Tahun 2022 tentang Perlindungan Tenaga Kerja Lokal.

“Kami menjaring tenaga kerja lokal melalui job fair yang selalu kami buka setiap tahun. Tahun 2025 juga akan segera kita buka,” jelasnya.

Meskipun ada upaya untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal, Masniadi mengakui bahwa job fair selama ini hanya bisa dilakukan di Kota Nunukan.

Rekrutmen dan Kesempatan Kerja

Saat ini, terdapat 138 perusahaan dari berbagai sektor, termasuk perkebunan, tambang, dan industri perkayuan, yang membuka lowongan kerja dalam job fair Disnaker Nunukan.

Disnaker juga memiliki program Bursa Kerja Khusus (BKK) untuk lulusan SMK agar mereka bisa mendapatkan pekerjaan lebih cepat.

Namun, Masniadi mengingatkan bahwa keputusan akhir tetap ada di tangan perusahaan, yang

biasanya mempertimbangkan skill dan kompetensi, terutama untuk industri pertambangan dan perkebunan.

Peluang Kerja di Luar Daerah

Selain menciptakan kesempatan kerja di Nunukan, Disnaker juga menjalin kerja sama dengan

perusahaan-perusahaan di luar daerah, seperti PT Phoenix di Tarakan dan beberapa perusahaan di Malaysia.

“Bagi yang ingin bekerja di luar negeri, kami juga membuka peluang. Silakan datang ke kantor, kita diskusi lebih jauh,” katanya. Masniadi mengajak anak-anak Nunukan untuk tidak takut merantau ke daerah lain guna mencari pengalaman dan memperluas wawasan mereka.

Harapan dan Tindakan DPRD Nunukan

Sementara itu, Anggota DPRD Nunukan, Sadam Husein, mendesak Disnaker agar lebih aktif dalam menciptakan dan menjamin lapangan kerja bagi pemuda Nunukan.

Ia berharap, dengan adanya kerjasama antara pemerintah dan sektor swasta, cita-cita untuk

memberikan kesempatan kerja yang lebih baik bagi masyarakat lokal dapat terwujud.

Dengan dukungan semua pihak, diharapkan permasalahan ketenagakerjaan ini bisa teratasi dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik bagi pemuda Nunukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *