VEGASHOKI88 – Data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa nilai ekspor Kaltim mencapai USD 2,41 miliar, yang tumbuh sebesar 10,44% dibandingkan bulan sebelumnya. Kepala BPS Kaltim, Yusniar
Juliana, menjelaskan bahwa kinerja positif ini didukung oleh sektor migas dan nonmigas, di mana kedua sektor menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.
Peningkatan ini didorong oleh lonjakan nilai ekspor migas yang naik menjadi USD 316,71 juta, meningkat sebesar 20,44%.
Sementara itu, sektor nonmigas tumbuh solid dengan nilai mencapai USD 2,10 miliar, mencatatkan pertumbuhan sebesar 9,08%.
Dari total ekspor Kaltim, sektor migas masih memberikan kontribusi yang signifikan meskipun nilai ekspor nonmigas tetap mengedepankan kinerja yang baik.
Dalam konteks yang lebih luas, selama tahun 2024, Kaltim menikmati total nilai ekspor sebesar USD 24,66
miliar, meskipun angka ini mengalami penurunan sebesar 8,73% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2023.
Di sisi lain, nilai impor Kaltim juga mengalami kenaikan yang cukup tinggi, mencapai USD 518,91 juta, atau meningkat sebesar 46,97% dari bulan sebelumnya.
Yusniar Juliana mengungkapkan bahwa semua kategori barang impor menunjukkan peningkatan, dengan barang konsumsi mencatat kenaikan yang tertinggi yakni 379,20%.
Sementara itu, bahan baku/penolong dan barang modal naik masing-masing sebesar 47,47% dan 27,76%.
Kinerja perdagangan yang lebih tinggi antara ekspor dan impor telah mengakibatkan surplus perdagangan Kaltim sebesar USD 1,89 miliar pada Desember 2024.
Surplus ini tidak terlepas dari kontribusi sektor nonmigas yang mencapai USD 1,97 miliar, meskipun sektor migas masih mengalami defisit sebesar USD 74,86 juta.
Dalam hal Negara tujuan ekspor terbesar, Tiongkok masih mendominasi dengan nilai USD 8,16 miliar,
menyusul India dengan USD 3,35 miliar, dan Filipina dengan USD 1,89 miliar.
Tren perdagangan Kaltim pada periode tahun 2024 menunjukkan adanya perubahan positif.
Meskipun ada penurunan tahunan dalam total ekspor, kinerja positif pada bulan Desember 2024 menunjukkan adanya potensi untuk peningkatan di tahun-tahun mendatang.
Komoditas tambang masih menjadi primadona dalam ekspor Kaltim, memberikan kontribusi sebesar 73,21%.
Hasil industri dan migas masing-masing menyumbang 16,47% dan 10,17% dari total ekspor,
menunjukkan beragamnya potensi produk yang dapat dikerahkan untuk memperkuat perekonomian daerah.